liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

31 Provinsi di Indonesia Berstatus KLB Campak, IDAI Sebut Penularannya Lebih Cepat dari Covid-19

31 Provinsi di Indonesia Berstatus KLB Campak, IDAI Sebut Penularannya Lebih Cepat dari Covid-19

JAKARTA, selebritis.id – 31 provinsi di Indonesia berstatus wabah campak (KLB). Hal ini tentunya tidak lepas dari pemenuhan gizi pada anak dan pencapaian imunisasi.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan penyakit campak terjadi karena penyebarannya jauh lebih cepat dibandingkan Covid-19.

“Penyakit yang jauh lebih menular dari Covid-19 ini skala penularannya hanya tiga kali lipat dari Covid-19. Sedangkan demam campak bisa mencapai skala 10 sampai 12. Jadi penularannya bisa sampai empat kali lipat dari Covid-19. Jadi imunisasi campak harus di atas 90 persen, kalau di bawah klub sudah mulai muncul dan itu terjadi kan,” kata dr. Piprim dalam siaran pers Hari Gizi Nasional secara daring, Jumat (20/1/2023)

Karenanya, ia mengingatkan dampak terburuk penyakit campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi terhadap kesehatan anak. Mulai dari gangguan otak hingga radang paru-paru, orang tua harus mewaspadai hal ini.

Menurutnya, kejadian KLB sudah diprediksi saat Covid-19 datang. Pasalnya, dampak pascapandemi menyebabkan capaian imunisasi di Indonesia turun drastis.

“Pasca covid ini, imunisasi ini menurun drastis hingga tidak sembuh dan mewabahnya campak di 31 provinsi di Indonesia. Kita sebenarnya bisa memprediksi. IDAI akhir tahun 2021 sudah mengingatkan bahwa cakupan imunisasi pandemi menurun drastis dan campak merajalela lebih menular daripada Covid-19,” ujarnya.

Sebelum ini, dr. Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan, mengatakan ada 3.341 kasus campak berdasarkan data tahun 2022.

“Terlapor 3.341 kasus di 223 kelurahan dari 31 daerah, maaf ada update, jadi 31 daerah sudah lapor,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Editor: Tia Ayunita

Ikuti Berita Selebriti di Berita Google