liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Fashion Berkelanjutan Jadi Perhatian Dunia Mode, Desainer Ditantang Kreatif

Fashion Berkelanjutan Jadi Perhatian Dunia Mode, Desainer Ditantang Kreatif

JAKARTA, selebritis.id – Masalah krisis iklim rupanya juga menghantui industri fast fashion. Untuk itu para desainer juga ditantang untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan desain fashion yang berkelanjutan atau sustainable.

Hal inilah yang terus digaungkan dan ditekankan oleh sekolah mode ESMOD Jakarta. Mereka menegaskan komitmen mereka untuk menciptakan iklim industri fashion dan desainer yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“ESMOD Jakarta memiliki visi dan misi yang konsisten dengan mendukung produk berkelanjutan jangka panjang dan mengurangi limbah,” ujar Adhika Kusuma yang selalu menjadi Head of Business ESMOD Jakarta saat ditemui selebiri.id di kampusnya, di Cilandak , Jakarta Selatan, Rabu (25/1/2023).

Selain itu, mereka juga terus mempromosikan tren fesyen berkelanjutan dengan mengajak mereka mengurangi limbah produksi. Tak hanya itu, kolaborasi juga disebut menjadi kunci terciptanya iklim fashion yang berkelanjutan, terutama dengan produsen lokal.

“Kami juga mendukung produk dalam negeri, tidak hanya dari kalangan mahasiswa dan alumni, tetapi juga masyarakat umum agar menjadi motor penggerak industri fashion yang berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, Nathaliea Gunarian selaku Fashion Business Program Coordinator ESMOD Jakarta juga menekankan pentingnya pemikiran fashion yang berkelanjutan bagi para desainer dan calon desainer yang sedang melanjutkan studi.

“Mereka (mahasiswa) justru lebih kreatif ketika kita instruksikan membuat desain dari bahan daur ulang. Dan ya, desainer dituntut untuk kreatif dalam membuat desain untuk fashion yang berkelanjutan,” ujar alumni LSPR tersebut.

Selain itu, menurut Nathalia, tren fashion saat ini tidak lagi mengacu pada bentuk atau desain semata. Namun, teknologi lebih penting.

“Kalau tren fashion berulang, maka sekarang kita lebih concern dengan teknologi yang digunakan. Bagaimana membuat baju yang tidak banyak membuang bahan, menggunakan sedikit air dan lain sebagainya,” ujarnya.

Editor: Lisvi Padlilah

Ikuti Berita Selebriti di Berita Google