liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Risiko Konsumsi Minuman Boba Berlebihan, Bisa Tingkatkan Berat Badan hingga Obesitas

Risiko Konsumsi Minuman Boba Berlebihan, Bisa Tingkatkan Berat Badan hingga Obesitas

JAKARTA, selebritis.id – Siapa yang tidak tahu minuman manis dengan topping boba di dalamnya? Meski rasanya segar dan nikmat, Anda juga perlu mengetahui risikonya jika terlalu banyak mengonsumsi minuman ini.

Menurut pakar kesehatan, Prof Zubairi Djoerban, minuman boba memiliki nutrisi meski sedikit. Pasalnya, minuman boba memiliki rasa manis yang tinggi.

“Boba memiliki beberapa manfaat kesehatan. Meski kalori dan karbohidrat bisa memberikan dorongan energi, kebanyakan mengandung kadar gula yang sangat tinggi,” ujar Prof Zubairi seperti dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (14/1/2023). ).

Kandungan gula dalam minuman boba ternyata berada di atas batas kadar gula dalam kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, menurut Kementerian Kesehatan, tidak lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan.

Tentu secara tidak langsung kita paham efeknya bagi kesehatan. Gula yang tersimpan dalam tubuh (berlebihan) menjadi lemak yang dapat meningkatkan berat badan (BB).

“Ya, itu akan menumpuk sebagai lemak. Kelebihan lemak tubuh dapat menyebabkan obesitas. Penyakit kronis tidak menular yang ditandai dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25 dan lingkar perut untuk pria Asia >90 dan wanita >80,” tulisnya. Prof Zubairi.

Efek lain yang timbul akibat kelebihan berat badan atau obesitas, bisa memicu kanker jantung. Tentu saja Prof Zubairi mengimbau masyarakat untuk membatasi asupan gula.

“Di beberapa negara, tingkat obesitas telah mencapai proporsi epidemik. Jerman misalnya. Situasi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit penyerta, seperti diabetes, kardiovaskular, dan jenis kanker tertentu,” tulisnya.

Editor: Tia Ayunita

Ikuti Berita Selebriti di Berita Google